Randy Lorena Candra

25 Juli 2014

Susah nulis sastra
09.000 Comments

Kalau seandainya sastra tak butuh sistematika dalam menulis pasti aku juaranya. Aku punya banyak keresahan yang jujur saja sudah mengganggu fikiran dan hati. Namun semua keresahan itu tak pernah mampu untuk aku susun menjadi sebuah karya sastra yang bermakna. Aku sering iri dengan mereka yang bisa dengan mudah menyusun kata-kata menjadi cerita. Setiap kali membaca dan mengamati tulisan mereka aku sering bertekad untuk bisa seperti mereka. Yang ada dalam fikiran hanyalah ‘mereka bisa, aku juga pasti bisa’.

Kenyataannya, berkali-kali mencoba aku tetap tak bisa menyusun sebuah karya sastra dengan sistematika. Aku merasa apa yang aku tulis selama ini jauh dari kriteria karya sastra. Kata-kata yang aku susun selama ini hanya sebuah celotehan belaka yang sama sekali jauh dari kriteria sastra. Aku iri dengan mereka, aku ingin bisa membuat sastra.

Setiap orang pasti punya idola. Percaya atau tidak idola sedikit banyak akan memperngaruhi perkembangan kita. Raditya dika, salah satu penulis idola. Punya banyak karya, bisa dibilang dia ahli sastra tapi sama sekali tak ada pengaruhnya terhadap aku yang sangat mengidolakannya. Aku ingin membuat sastra. Ingin sekali.

Saat ini, saat dimana aku sedang menyusun kata-kata ini sebenarnya aku sedang berusaha untuk membuat sastra, tapi rasanya ini sangat jauh dari kriteria sastra. Entah kenapa aku sulit sekali untuk membuat sebuah karya sastra. Aneh memang, aku cinta sastra tapi aku tak bisa membuat karya sastra.

Tapi aku sadar, sekalipun aku sulit untuk membuat sastra tapi aku tetap punya banyak cerita. Aku ini pemuda Indonesia, sosok kreatif yang dibutuhkan bangsa. Aku tak boleh berhenti berkarya hanya karena aku tak bisa membuat sastra. Aku tetap harus berkarya sekalipun itu jauh dari sistematika. Karena hakikatnya Indonesia tidak butuh mereka yang bisa, tapi butuh mereka yang berusaha untuk berkarya.


Read more

23 Juli 2014

Siklus Ramadhan
21.16 4 Comments

‘Orang mana bisa selamanya sama’ – Raditya Dika

Kupu-kupu, setiap orang pasti punya pemikiran yang sama dengan binatang yang satu ini. Indah, cantik dan sedap dipandang mata. Hampir semua tahu bahwa kupu-kupu berasal dari kepompong. Tidak sedikit diantara kita yang sering mempertanyakan bagaimana bisa kepompong yang begitu jelek bisa berubah menjadi kepompong yang begitu indah.

Jawabannya adalah siklus. Siklus hidup akan selalu berubah seiring berjalannya waktu. Tak Cuma kupu-kupu yang punya siklus, manusia juga punya siklus. Manusia pasti berubah, tak ada manusia yang tidak berubah. Tak ada manusia yang akan tetap seperti itu selamanya seiring berjalannya waktu. Tak ada manusia yang selamanya menjadi bayi. Manusia pasti akan mengalami perubahan siklus. Dari bayi ke balita, dari balita ke anak-anak, dari anak-anak ke remaja hingga mencapai dewasa.

Intinya, waktu pasti akan merubah sesuatu. Begitu juga momen ramadhan tahun ini. Banyak perubahan yang mungkin bukan hanya saya yang merasakannya, kalian semua mungkin juga merasakan perubahan-perubahan itu. Saya pribadi merasakan bahwa ramadhan tahun ini terasa begitu berbeda dari sebelumnya.

Dulu, ramadhan adalah momen hangat bersama keluarga, menghabiskan waktu bersama keluarga besar. Namun seiring berjalannya waktu kehangatan itu tak lagi bisa dirasa, sebagian besar saudara tak bisa lagi berkumpul bersama karena banyaknya rutinitas kerja. Ramadhan tahun ini terasa berbeda, rumah jadi lebih sepi dari biasanya. Sahur dan buka puasa tidak seramai biasanya. Dan bahkan hari-hari menjelang ramadhan juga tak semeriah biasanya.

Dulu, ramadhan adalah momen dimana haus dan lapar menjadi musuh utama. Namun semenjak jadi mahasiswa semua jadi biasa aja. Karena kita udah terbiasa nahan lapar di akhir bulan nunggu kiriman.

Dulu, sebelum ramadhan ada tradisi mandi belimau. Namun sekarang tradisi itu hilang bukan karena sengaja melupakan namun karena tak ada yang menyiapkan air mandiannya karena waktu itu belum pulang kampung.

Dulu, pas ramadhan selalu ada orang spesial yang katanya ngebangunin lewat sms atau telpon, tapi faktanya kita udah bangun duluan sebelum dapat sms atau telpon itu. Namun sekarang orang spesial itu udah gak ada lagi.

Bicara masalh orang spesial, kami akhhirnya sepakat untuk menjalani hidup masing-masing dan kebetulan waktu itu saya yang mutusin. Keren kan?
Iya, saya yang mutusin untuk nerima keputusan dia kalau dia udah mutusin saya.
Tapi jujur saya udah move on ya. Cuma akhir-akhir ini agak sering ngecek timeline dia sih.

Dulu, pas ramadhan gak ada yang ngundang untuk ngisi acara, sekarang lumayan bisa ngisi acara ramadahan sekolah, ngelucu sambil berdiri  (sumpah: ini bagian sombong).

Apa Cuma saya yang mungkin merasakan perubahan siklus ini?

Jujur saja saya sangat merindukan momen ramadhan ketika siklus masih berkenan untuk membiarkan saya merasakan kehangatan ramadhan bersama keluarga. Saya berharap semoga suatu saat siklus bisa mengantarkan saya pada masa dimana segala yang baik dan bahagia di ramadhan yang dulu dengan ramadhan yang akan datang bisa bergabung. Dan semoga ketika masa itu datang saya masih sempat untuk merangkai kata dalam tulisan.



Read more

14 Juli 2014

Seminggu Berlalu
01.12 2 Comments

Aku bingung harus menyebut apa saat ini. Saat dimana aku membiarkan fikiranku bebas melepaskan segala hal yang sedang terfikirkan. Aku ingin menyebutnya malam, namun putaran waktu telah menunjukkan tanda bahwa aku harus bersiap menuju hari yang baru. Aku ingin menyebutnya hari yang baru namun kesepian dan kerinduan yang melanda hati membuat aku belum siap untuk melewati hari yang baru. TANPA KALIAN.

Saat sepi datang, tak banyak hal yang bisa aku lakukan hanya bisa mengingat saat ketika kita sedang berkumpul bersama menghabiskan detik demi detik.

Aku sempat bingung dengan diriku sendiri. Rasanya saat ini aku adalah manusia tanpa jati diri.

Ingin terlihat kuat bagai pahlawan, padahal aku lemah tanpa ada yang menguatkan

Ingin terlihat tegar seperti karang, padahal aku rapuh karena hati merasa hilang

Ingin terlihat dingin seperti es, padahal gejolak hati membuat air mata menjadi menetes

Sedikit naif memang jika aku harus mengakuinya. Karena hakikatnya aku yang menyusun semua rencana ini. Namun aku harus mengakui bahwa saat ini, saat dimana aku membiarkan hati berbicara lewat tulisan, aku sangat merindukan kalian dan rasanya ingin menyudahi semua rencana ini.

Bukan bermaksud untuk menjadi pecundang yang kalah sebelum berperang, aku hanya ingin berusaha menjadi seorang perwira yang mengakui kekalahan di medan perang. Bukan tak ingin untuk melanjutkan pertempuran hingga akhir, namun hanya ingin melihat seberapa rapi rasa rindu itu telah terukir.

Sahabat, hari-hariku disini benar-benar terasa sepi tanpa kalian. Semoga kalian merasakan hal yang sama. Aku sangat merindukan kalian.

Bagaimana kalau kita sudahi misi ini?

Read more

12 Juli 2014

Sebuah Pesan Penuh Makna
02.00 2 Comments

Sangat sulit untuk memahami sandiwara hidup yang tengah dijalani
Bahkan untuk mencoba menerkanya saja manusia tak akan bisa.

Semua manusia pasti punya hati, setiap hati pasti bisa merasakan, namun apa yang dirasakan oleh hati yang dimiliki manusia tidak akan pernah diketahui oleh manusia lainnya. Banyak cara bagi manusia untuk sekedar berbagi rasa. Diantara mereka ada yang berani untuk mengungkapkan langsung, diantara mereka ada yang menyusun syair indah untuk dinyanyikan, diantara mereka ada yang hanya memendamnya dalam hati. Aku termasuk diantara mereka yang lebih memilih berbagi rasa lewat rangkaian huruf sederhana yang membentuk susunan kata demi kata dan menghasilkan sebuah cerita. Namun sebagai manusia aku tetaplah dengan kekuranganku. Banyak hal yang mungkin luput dari fikiranku. Tak semua hal bisa aku bagikan dan tak semua cerita bisa aku ceritakan.

Malam ini aku ingin berbagi sesuatu, sesuatu yang paling tidak telah membuat aku bingung harus dimulai darimana untuk diceritakan. Sesuatu yang mungkin sedikit banyak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan, bisa melepas semua kebingungan dan bahkan bisa menghilangkan sedikit kesedihan dalam hati seseorang yang berada disana.

Saat seseorang sedang kehilangan, Ia pasti akan berusaha untuk mencarinya. Sama halnya seperti yang aku lakukan saat ini aku juga sedang dalam pencarian. Mencari seseorang yang terbaik untuk masa depan. Mungkin terasa terlalu dini jika berbicara masa depan, namun saat ini kita bukan remaja lagi yang menganggap bahwa sebuah hubungan (pacaran) itu hanya untuk menghilangkan rasa bosan. Kita telah berada tepat di depan gerbang kedewasaan. Jawabannya ada kita, beranikah kita membuka gerbang itu?

Saat kamu menunggu, kamu pasti sudah tahu apa yang kamu tunggu
Saat kamu merindu, kamu pasti sudah tahu apa yang kamu rindu
Saat kamu kehilangan, kamu pasti tahu apa yang hilang
Saat kamu bertanya, kamu pasti tahu apa yang ingin kamu tanya

Jika kamu menunggu dengan tulus maka yang diharapkan akan datang.
Jika kamu merindukan seseorang yang tepat maka akan tiba saat dimana dia bisa melepas rasa rindu.
Saat kehilangan sesungguhnya kamu telah menyadari bahwa yang hilang itu juga pernah ada
Saat bertanya, akan tiba saatnya jawaban itu akan datang.

Tak perlu menuntut hal yang bisa menyenangkan hatimu namun mungkin dilakukan tidak dengan ketulusan dan keikhlasan.

Tak perlu menanyakan hal yang bisa menjawab semua kebingungan namun mungkin jawaban itu bukanlah jawaban yang diharapkan.

Yang perlu dilakukan hanyalah berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik. Itu semua lebih berguna.




Read more

10 Juli 2014

Just for Us, Aroma Cerryy
23.31 2 Comments

Sahabat, baru dua hari kita menjalankan misi ini tapi rasanya begitu berat, punya cerita tapi tak ada tempat untuk bercerita. Punya lelucon tapi tak ada orang yang bisa di ajak tertawa. Bingung harus berbagi dengan siapa. Disana kalian pasti sedang memikirkan saya, manusia paling eksotis sejagad raya. Dan saya disini juga sedang memikirkan kalian. Ibarat kata pujangga tak sedetikpun aku lewatkan tanpa memikirkan kalian walaupun sebenarnya kalimat itu sedikit lebay tapi tak apalah untuk sedikit memperindah tulisan yang jauh dari keindahan ini.



Liburan kali ini terasa berbeda dengan sebelumnya. Sebelumnya momen liburan adalah momen yang paling ditunggu karena bisa berkumpul dengan keluarga. Liburan sebelumnya saya merasa ingin libur dalam waktu yang sangat lama karena bosan dengan segala rutinitas yang ada tanpa ada sosok-sosok penghibur yang bisa membuat tertawa. Namun liburan kali ini terasa berbeda, baru beberapa hari menikmati liburan rasanya ingin lagi kembali melanjutkan aktivitas perkuliahan dan berkumpul kembali dengan sosok-sosok istimewa. Sahabat,  kalian harus tetap semangat ya menjalankan misi kita, misi yang mungkin sedikit gila tapi semoga ada sesuatu yang luar biasa dibalik ini semua.

Pasti berat rasanya ketika tumbuhan hijau tak mampu berfotosintesis
Pasti berat rasanya ketika lebah tak mampu menghasilkan madu
Pasti berat rasanya ketika burung tak mampu terbang
Pasti berat rasanya ketika ikan tak mampu berenang
Pasti berat rasanya ketika tangan terluka namun tak ada mata yang menangis
Pasti berat rasanya ketika mata menangis namun tak ada tangan yang mengusap
Pasti berat rasanya punya sahabat terbaik tapi tak bisa berkomunikasi

Rasa rindu semakin merajalela
Membuat jarak yang memisahkan menjadi begitu terasa
Bahkan rasa kehilangan yang  ada mungkin saja akan berakhir dengan air mata.
Kata-kata yang terangkai lewat jemari ini mungkin tak seindah para pujangga
Namun izinkanlah jemari ini menyampaikan sedikit rasa
Rasa rindu dengan kalian para sahabat tercinta

Terakhir untuk hari ini, jika kalian merasa tidak sanggup untuk meneruskan misi ini lebih baik jujur daripada diam-diam.

Kalian perlu tahu, diam memang emas tapi berkata kebenaran adalah berlian.
Jadi harus berani berkata jujur kalau memang sudah tidak sanggup, jangan sampai misi ini membuat kita menjadi terbiasa untuk tidak berkomunikasi.

Salam rindu untuk kalian,


Read more

8 Juli 2014

Pembuka AC
01.311 Comments

Persahabatan itu seperti mata dan tangan
Ketika mata menangis tangan mengusap
Ketika tangan terluka mata menangis

Ketika mata menangis dan tangan terluka saat itulah mereka saling melengkapi dengan segala kekurangan yang ada.

Secara historis, kita tak tahu pasti kapan kita  mulai berkumpul untuk pertama kalinya secara bersama-sama. Namun satu hal yang pasti kita telah membuat sebuah keputusan untuk menghadapi pertempuran di perkuliahan bersama-sama. Meski kita belum lama bersama namun rasa kekeluargaan itu selalu terasa saat kita berkumpul berbagi canda tawa serta duka dan air mata. Kata orang ‘yang penting bukan kuantitas (jumlah) tapi kualitas’ mungkin hal inilah yang membuat kita semakin tak bisa untuk berpisah karena kita selalu membuat waktu-waktu pertemuan itu menjadi waktu-waktu yang berkualitas.
Karena kebersamaan kita, saya sebagai manusia yang sangat mencintai kebersamaan mendapat sebuah ide untuk menamai kebersamaan kita sebagai AROMA CERRYY.

Indonesia itu kaya, berbagai macam etnis, suku, budaya dan agama ada di Indonesia. Mungkin kita ‘AROMA CERRYY’ bisa mewakili kekayaan Indonesia itu walau hanya menjadi contoh kecil. Kita berasal dari daerah yang berbeda, suku yang berbeda, agama yang berbeda dan kepribadian serta sifat yang berbeda-beda pula. Namun segala sesuatu itu menjadi indah karena adanya Perbedaan.
Hari ini adalah hari pertama kita menjalankan misi besar kita. Dan walau baru hari pertama saya sudah merasakan rindu yang begitu dalam. Oleh karena itulah saya mencoba meluapkan rasa rindu saya lewat tulisan ini.

Tak banyak yang ingin saya sampaikan, hanya ingin berpesan kepada semua teman-teman AROMA CERRYY, meski kita sedang menjalankan sebuah misi besar tapi jangan pernah merasa malu jika merasa sudah tidak sanggup, langsung laporkan. Jangan jadikan misi ini sebagai sesuatu yang membuat kita terbiasa untuk tidak berkomunikasi. Ini hanya pembukaan. Akan berlanjut di part berikutnya, selamat menunggu.

Salam rindu untuk kalian



Read more

18 Juni 2014

Sebuah Ide tentang Rahasia
03.35 10 Comments

Ketika kita tidak mempunyai rahasia, maka jangan merahasiakan apa yang kita punyai.

Hari ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengatakan ini. Gejolak ini semakin menggebu-gebu. Tak sanggup rasanya melihat reaksi orang-orang yang sudah sejak lama menunggu ini. Menceritakan sesuatu yang bernama 'Rahasia' bagaikan orang atheis yang paham konsep ketuhanan. Hal yang satu ini tidak seharusnya diceritakan dan disulap menjadi sebuah tulisan. Saya sendiri bingung kenapa saya memilih tema ini dalam RnC edisi 4 kali ini.

Kronologi kejadian,
Semuanya bermula ketika saya diajak oleh seorang teman yang berambut tidak panjang untuk bergabung dalam sebuah kegiatan bernama RnC. Disini saya jadi mengenal beberapa teman dengan semua kelebihan yang ada awalnya saya mengenal si Mata Kelelawar (Pandi), kemudian saya mengenal 'Si Datar' (Tika) dan beberapa orang lainnya yang saya belum berhasil menemukan aibnya. Kegiatan ini adalah kegiatan dimana setiap dua minggu para 'pejuang pena' (baca;blogger) diwajibkan untuk mengeluarkan sebuah tulisan dengan tema yang telah ditetapkan oleh mereka yang mendapat giliran untuk memberikan tema. Ketika saya bergabung saya sudah memasuki edisi yang kedua dari kegiatan ini, namun sebagai remaja yang kreatif (kurang kerjaan) saya juga mengikuti edisi pertama di waktu yang tidak tepat. Nah, sejak edisi kedua itu saya telah memikirkan tentang tema kali ini. Saya bertekat dalam hati, jika saya yang mendapat giliran untuk menentukan tema maka saya akan membuat tema 'Rahasia Besar dalam Hidup'.

Tujuan saya memilih tema ini merupakan RAHASIA yang akan saya ceritakan, jadi sebenarnya saya membuat tema ini hanya untuk mengetahui RAHASIA BESAR dalam hidup teman-teman sekalian, dan jika teman-teman bertanya apa Rahasia saya, nah inilah Jawabannya.


Read more

26 Mei 2014

Hari Bersamanya
07.03 5 Comments

Nama saya Randy, tapi saya sering dipanggil Afgan sama temen-temen saya. Temen-temen saya emang terkenal jujur sih, karena saya emang mirip-mirip sama Afgan. Atau, Afgan deh yang mirip sama saya. Kata orang kalau mirip itu pasti jodoh, buktinya saya sama afgan sampai sekarang gak jodoh.

Saya punya kulit sawo gosong matang, rambut mandarin, mata bulat, alis bergelombang, gigi putih seputih nasi goreng, hidung mancung 2 cm dan postur tubuh saya kurang 50 cm lagi sampai 200 cm. Gimana? Mirip kan sama Afgan? Kalau kurang yakin, baca deh ciri-ciri saya sekali lagi. Yang bedain antara saya dengan Afgan, Cuma kaca mata sama lesung pipinya Afgan doang. Asli.

Well, berhenti ngomongin
 majikan kembaran saya si Afgan. Kali ini saya mau cerita tentang kisah nyata yang belum terjadi. Awal kisah, kita langsung mulai saja di TEKAPE.

Hari Bersamanya, 2 kata ini cukup mampu membuat batin tertekan. Dua kata ini adalah dua kata yang dijadikan tema oleh remaja-remaja lebay yang menamai kegiatan mereka dengan RnC. Saya bingung atas dasar apa tema ini dipakai, namun oleh karena saya juga merupakan bagian dari mereka dengan
 terpaksa senang hati saya harus mengikutinya.

Saya telah berusaha mengeluarkan segenap kemampuan saya untuk masuk ke dalam tema ini. Saya sudah membiarkan otak saya berfikir lebih keras dari biasanya. Saya juga mencoba menggali lebih dalam ke dalam ingatan saya, namun apa daya tak ada hal yang bisa saya bagikan.

Hari demi hari terus berlalu, tantangan belum juga dapat diselesaikan, dengan segala keterbatasan yang ada akhirnya saya membiarkan jemari saya untuk menari dan bergerak lincah di atas keyboard. Membiarkan setiap gerakan, merangkaikan setiap kata yang difikirkan tanpa harus mebuat batasan. Akhirnya timbul lah sebuah pemikiran, kenapa saya tidak menulis puisi saja sebagai goresan penjawab tantangan.

Hari Bersamanya...
Ini adalah kisah yang tak berujung, 
Kisah kasih tak bermakna penuh dengan tanda tanya ?
Yang sengaja aku tulis hanya untukmu.
Tak hanya pujangga yang bisa bersyair
Tak hanya penyanyi yang bisa berdendang
Tak hanya pelawak yang bisa melucu
Ternyata Penulis juga bisa menulis
Hari Bersamanya..
Aku telah menghabiskan hariku hanya untukmu
Melewati dinginnya malam tanpa kekasih
Menghabiskan tenaga untukmu
Meneteskan keringat dihadapanmu
Mengeluarkan darah ketika aku kena pisau
Hari Bersamanya...



Read more

14 Mei 2014

Patah Hati Sesungguhnya
10.03 4 Comments

Hari ini hari yang kau tunggu
Bertambah satu tahun usiamu 
Bahagialah kamu !!! (Jamrud)

Kata-kata itu terus terngiang ditelingaku. Aku bukan penggemar Jamrud, tapi saat itu aku selalu teringat dengan lirik lagu itu.  Lirik itu menjadi sangat spesial karena dinyanyikan oleh seseorang yang spesial juga dalam hidupku. Hari itu adalah hari dimana tepat 17 Tahun yang lalu aku diizinkan untuk menghirup oksigen di dunia. Katanya Sweet Seventeen itu adalah ulang tahun spesial dan selalu bahagia, tapi ini semua tidak berlaku buatku. Memang benar, terkadang apa yang membahagiakan orang lain belum tentu bisa membahagiakan dirimu juga.

Singkat cerita, aku mengawali hari dengan biasa. Tak ada yang istimewa karena aku bahkan lupa bahwa hari itu adalah hari ulang tahunku. Ya, seperti biasa. Semua aktivitas yang aku lakukan hari itu adalah aktivitas biasa yang selalu aku lakukan di sekolahku. Sampai ketika jam pelajaran berakhir aku mendapat kejutan yang sangat spesial. Ketika aku hendak keluar meninggalkan kelas, di depan pintu ada seorang wanita yang menyambutku dengan nyanyian dan sebongkah kue tar dengan 2 lilin yang membentuk angka 71 (biar lucu). Dia terus menyanyikan lagu itu hingga kata 'Bahagialah Kamu'. Aku sangat senang mendapat kejutan ini, selain karena kejutan ini dibuat oleh orang yang aku cinta tapi juga karena waktu itu hasratku mengatakan kalau kue tar yang iya bawa sangat enak. Seperti pada umumnya sebelum meniup lilin ada momen dimana kita diminta untuk berdoa sejenak atau yang dikenal dengan Make a Wish. Dan seperti manusia pada umumnya juga, aku melakukan hal itu. Saat itu yang menjadi doaku adalah 'Semoga yang mau makan kue ini sedikit dan aku bisa membawanya pulang untuk dimakan sendiri'. 

Akhirnya selesailah prosesi tiup lilin potong kue dan sebagainya, sampai akhirnya dia memberikan aku sebuah kotak berlapis kertas kado sebagai hadiah di hari ulang tahunku dan aku baru boleh membukanya setelah sampai dirumah. Namun karena penasaran aku membukanya ditengah perjalanan dan ternyata isinya adalah sebuah jam tidur berbentuk hati.

Hari itu akupun pulang dengan perasaan senang karena mendapat sesuatu yang spesial di hari yang spesial. Namun sesampainya dirumah semua berubah 380 derajat. Aku menyaksikan pertengkaran hebat antara Ibu dan Ayahku. Aku tak tahu pasti alasan apa yang membuat mereka bertengkar, namun aku mendengar sedikit dialog antara mereka berdua .

Kalau Bapak memang udah gak betah sama Ibu, silahkan bapak cari yang lain.

Ibu yakin?

Iya, ibu yakin tapi dengan tiga syarat.

Apa syaratnya?

Pertama, Wanita itu harus lebih cantik dari ibu.

Itu jelas, lalu?

Kedua, Wanita itu harus lebih 

Itu sudah pasti, terus?

Ketiga, Langkahi dulu mayat ibu.kaya dari ibu.

Kemudian terdengar suara tembakan, dan ternyata suara itu adalah suara dari pistol yang ditembakkan bapak ke kepalanya karena tak mampu memenuhi syarat yang ketiga.

Dooorrrr !!!
Suara tembakan itu membangunkan aku dari mimpi buruk di siang hari.
Saat itu aku merasakan sedikit rasa sakit debagian leher, setelah aku periksa ternyata aku tertidur dengan posisi menimpa jam tidur berbentuk hati sebagai hadiah ulang tahunku tadi. Dan tanpa sengaja aku telah merusaknya. Aku baru saja membuat PATAH sebuah jam berbentuk HATI.



Read more

9 Mei 2014

Kekurangan
07.06 6 Comments
Aku melamun sambil berfikir dan berbicara sendiri.
Waktu akan terus berputar.
Awalnya detik berubah jadi menit.
Awalnya menit berubah jadi jam.
Awalnya jam berubah jadi hari.
Hari? Hari apa ini?

Sebuah suara terdengar dan langsung membuyarkan lamunanku.
'Ran, sudah belajar untuk UTS besok?'.
Tanpa menjawab aku segera bergegas mengambil buku dan  mulai belajar.
Berbicara masalah kekurangan mungkin aku adalah gudangnya kekurangan. Baik secara fisik maupun sifat. LUPA adalah salah satu hal yang paling tidak bisa dibanggakan. Hampir saja kebiasaan buruk ini membuat aku gagal dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian. Untung saja saat ini aku tinggal bersama salah seorang teman yang bisa dibilang cukup peduli denganku. (Ilustrasi kekurangan sifat)

Sedikit berbagi cerita, aku adalah seorang anak MANUSIA yang dilahirkan dalam kondisi yang sangat spesial. Aku terlahir dari keluarga yang menjunjung tinggi budaya TIMUR. Aku terlahir dengan warna kulit yang bisa dikatakan TERLALU EKSOTIS (Dibaca : Hitam), ibaratnya sama dengan telor dadar yang dimasak terlalu lama.  Ini adalah salah satu bukti bahwa keluargaku sangat menjunjung tinggi budayaTIMUR. Sehingga mereka menginginkan seorang anak yang mirip orang TIMUR, lebih tepatnya adalah  TIMUR TENGAH.

Selain itu keluarga kami juga dikenal sebagai keluarga yang cinta lingkungan. Bagaiman tidak ayahku adalah seorang Petugas Kebersihan yang selalu berusaha menjaga kebersihan kota. Profesi ini membuat ayah menjadi sosok yang sangat peduli akan lingkungan.
Entah disengaja atau hanya kebetulan semata, sifat cinta lingkungan ini juga berdampak terhadap kondisi fisikku. Sejak kecil aku memilik alis mata yang sangat lentik.. Alis mataku sangat menggambarkan pesona lingkungan yang asri, alis mata ini tumbuh bagaikan nyiur yang melambai di tepi pantai.

Jujur saja, jika aku berusaha untuk meluapkan semua kekurangan fisik yang ada mungkin waktu 1 bulan serasa tak cukup. Namun inilah beberapa kekurangan pada diriku yang selalu berhasil membuat diriku tidak percaya diri.

Ting tingg tingg !
Reminder di ponselku berbunyi. Disana tertulis 'Hari ini batas terakhir Deadline Rockie and Challenge'
Aku segera bergegas menuju laptop dan mulai membiarkan jemariku menari.
Lagi-lagi aku LUPA.



Read more

27 April 2014

Terbangun atau Dibangunkan?
20.200 Comments
Bicara masa depan berarti bicara mimpi dan harapan. Masa depan yang baik bukan hanya menjadi harapan diri sendiri namun juga menjadi harapan buat mereka yang telah setia memberikan kasih sayang terbaik, serta pengorbanan berlimpah buat kita. Orangtua,mereka adalah salah satu alasan kenapa aku harus berjaya di masa depan.Masa depan emang penting. Memilih, dan belajar disebuah jurusan itu artinya aku telah berani memutuskan untuk lebih fokus pada satu bidang. Berbeda dengan masa dimana aku masih memakai si putih abu-abu, saat itu semua masih universal. 

Menjalani aktivitas di Perikanan menuntuk aku untuk lebih mengerti banyak dunia air. Tak seperti yang terfikir, awalnya aku berfikir bahwa kuliah di perikanan tidak akan terlalu menguras waktu. Awalnya sih semua benar, memang pada semester pertama aku tidak terlalu disibukkan dengan urusan perkuliahan. Ketika masuk semester kedua, semua berubah drastis. Tak ada lagi libur di hari sabtu, tak ada lagi tidur di siang hari, tak ada lagi waktu untuk sekedar melanjutkan hoby lama 'menulis'. Dan bahkan selama semester 2 ini aku seperti telah melupakan blog usang penuh cerita ini. 

Hari ini adalah hari minggu untuk pertama kalinya aku bisa menghabiskan waktu dirumah, sekedar berselancar ria di dunia maya mencari pengetahuan yang belum diketahui. Awalnya tak ada niat di otak untuk membuka dan menulis di diary digital ini namun entah setan apa yang merasuki tubuhnya, seorang teman lamaku yang memang ahli dalam menulis sebut saja Aam (nama sebenarnya) menyapa dan memberikan challenge padaku untuk ikut dalam tantangan yang di adakan. Challengenya adalah menulis dengan tema yang ditentukan dengan deadline 2 minggu. Aku berfikir apa salahnya ikut dalam challenge ini, selain tetap bisa memperkaya kemampuan juga bisa menambah teman.

Buat teman-teman yang nantinya juga bergabung dalam challenge ini salam kenal ya dan mohon bimbingannya dalam tulis-menulis ini.
Buat Aam terimakasih udah membangunkan aku dari tidur panjang (agak  lebay).


Read more

20 Maret 2014

Ngetawain Hari Ulang Tahun
10.360 Comments

Sejujurnya sih tahun ini benar-benar nothing's special. Gak ada sesuatu yang berkesan yang bisa ngingatin kalau kemarin tanggal 19 Maret saya ulang tahun yang ke'sembilan belas' tahun. Semua terasa biasa aja dan datar banget. Tapi beda dari tahun sebelumnnya, tahun ini yang ngucapin selamat ulang tahun itu jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Yah walaupun begitu saya tetap bersyukur karena Allah masih memberikan kesempatan kepada saya untuk
menghirup oksigen secara gratis selama 19 tahun belakangan ini. Terimakasih juga buat kalian yang udah memberikan doa terbaik untuk saya.
Nah, sisi lain dari ulang tahun saya kemarin, ada beberapa hal lucu yang mungkin bisa membuat tertawa
  1. Doa dari teman. Berbicara masalah doa, kemarin banyak dari teman saya yang memberikan doa terbaiknya untuk saya. Namun diantara banyaknya doa tersebut ada beberapa doa yang membuat saya galau. Ada teman saya yang mendoakan saya cepat 'ganteng' dan 'tinggi' . Disatu sisi saya tentu senang karena mereka telah peduli dengan saya. Namun di sisi lain saya sedih karena ini ternyata cara dari mereka untuk menghina kekurangan yang saya miliki.
  2. Biasanya kalau lagi ulang tahun banyak orang yang ngucapin selamat ulang tahun tepat jam 00.00 untuk jadi yang pertama, tapi sekarang sudah berkembang cara baru yaitu ingin menjadi yang terakhir mengucapkan selamat ulang tahun. Entah ini benar atau tidak, tapi saya pribadi menilai ini adalah salah satu modus untuk menggantikan kata TIDAK INGAT.
  3. Semoga di umur 19 ini saya lebih baik lagi ya, aamiin



Read more

26 Februari 2014

Belajar dari Ikan
11.390 Comments

Indonesia adalah sebuah bangsa yang penuh dengan keanekaragaman di berbagai bidang. Keanekaragaman tersebut ulai dari suku, ras, agama, budaya dan sebagainya. Sebagai bangsa yang besar kita seharusnya bisa menghargai perbedaan tersebut dan menerima bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang bersifat Pluralisme.

Keberagaman tidak hanya terjadi pada manusia, namun juga terjadi pada IKAN. Berdasarkan ilmu Ikhtiologi, di bumi ini terdapat sekitar 40.000 spesies ikan dan khusus di Riau terdapat lebih dari 300 spesies ikan, dimana masing-masing ikan ini memiliki perbedaan yang sangat khas.

Berbicara masalah ikan, saya tertarik untuk membahas 2 jenis ikan yaitu Ikan Mas dan Ikan Lele. Karena jika kita teliti kedua ikan ini, kita bisa mengambil pelajaran yang sangat hebat.

Pertama, Ikan Mas (Cyprinus carpio), ikan yang meiliki penambilan bagus, biasa hidup di air yang bersih. Selain bisa di konsumsi ikan ini juga bagus untuk jadi ikan hias. Jika di analogi kan ke manusia, ikan ini adalah jenis ikan yang tergolong kaum Elit.



Kedua, Ikan Lele (Clarias Batrachus), ikan yang berwarna gelap, biasa hidup di air yang kotor. Tidak pernah dijadikan ikan hias, hanya sering di konsumsi. Jika di analogikan ke manusia maka bisa dikatakan ikan ini adalah golongan miskin.



Semua orang pasti lebih ingin menjadi ikan mas daripada ikan Lele. Namun ada nilai Filosofi yang sangat dalam dari kedua ikan ini.
Ikan mas biasa hidup di air bersih, jika sekali saja ikan mas dimasukkan ke dalam air kotor maka ikan mas tersebut akan mati. Berbeda dengan Lele, sekotor apapun airnya dia masih bisa bertahan hidup. Artinya Ikan Lele memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik. Jadi initinya orang miskin bisa menghadapi masalah dengan lebih sabar daripada orang kaya. Dan kemampuan adaptasi orang miskin jauh lebih hebat dibanding orang kaya. Orang miskin bisa bersifat Fleksibel dengan lingkungan.

Jadi sesungguhnya, PENAMPILAN dan TEMPAT HIDUP tidaklah penting. Yang penting adalah bagaimana kita menjalani hidup ini dengan selalu bersyukur. Karena pada dasarnya BUKAN BAHAGIA YANG MEMBUAT KITA BERSYUKUR, TAPI BERSYUKUR YANG BISA MEMBUAT KITA BAHAGIA.



Read more

15 Februari 2014

Fenomena Indonesia, Latah atau Dinamis ?
03.200 Comments

Mungkin sudah menjadi sifat umum pada diri manusia yang selalu bisa menjadi tukang kritik. Dan bahkan banyak dari manusia yang hanya bisa mengkritik tanpa memberi solusi. Jujur saja saya juga termasuk si tukang kritik. Saya yang saat ini masih manusia biasa hanya bisa menulis untuk menyampaikan kritik terhadap Fenomena yang ada di Indonesia.

Pada dasarnya setiap rakyat suatu bangsa seharusnya bangga terhadap kemajuan yang telah di alami oleh bangsanya. Namun saat ini saya sebagai rakyat suatu bangsa yang Besar yaitu INDONESIA tidak merasa bangga terhadap perkembangan yang ada di Indonesia dalam beberapa bidang khususnya bidang pertelevisian.

Seiring berkembangnya IPTEK di dunia Indonesia justru menunjukkan kemunduran dalam urusan siaran televisi. Acara televisi saat ini telah berkembang secara DINAMIS dengan konsep acara yang hampir seragam di hampir seluruh stasiun televisi yang menurut saya pribadi lebih kepada sifat LATAH. Latah dalam hal ini adalah terkesan terlalu memaksakan untuk mengikuti tren yang menyebabkan hilangnya Pluralisme acara televisi. Kebanyakan siaran tv yang ada saat ini lebih menonjolkan GOYANGAN dibanding dengan siaran yang bermutu.

Secara lebih spesifik saya harus menyebutkan bahwa Trans 7 (Oplosan), RCTI (New Gas Pol), Antv (Cabe-cabean) adalah merupakan stasiun tv yang menurut saya adalah stasiun yang telah menunjukkan KE-DINAMIS,LATAH-AN. Jujur saja saya dulunya adalah seorang penikmat Stasiun Trans 7 karena dulunya menurut saya mereka memiliki konsep acara yang sangat kreatif dan bermutu tinggi. Namun seiring dengan kenyataan yang ada kini kekaguman saya itu telah berkurang.

Nah, setelah memaparkan pendapat saya di atas mari kita jawab pertanyaannya 'DINAMIS atau LATAH' ?


Read more

27 Desember 2013

Hidup itu Pilihan, Benarkah?
05.520 Comments
Syukur kepada Allah, terimakasih atas kesempatan hidup yang masih diberikan. Terimakasih telah mengizinkan hidung ini untuk tetap menghirup oksigen. Tanpa terasa kini saya telah berada di penghujung semester pertama saya berada di dunia perkuliahan.

Mengutip dari berbagai literatur, banyak motivator handal yang mengatakan bahwa hidup adalah pilihan, jika ingin sukses buatlah pilihan yang tepat. Sedikit menelisik apakah kata-kata ini cocok untuk kehidupan saya. Berikut beberapa fakta dan kejadian yang membuat saya tidak yakin dengan ungkapan ini.

  1. Bicara soal hidup, kita semua memulai kehidupan pertama kali sejak kita lahir sebagai bayi. Nah ketika bayi apakah kita bisa memilih? waktu itu saya diberi nama Randy LORENA Candra. Jika memang hidup itu pilihan maka saya rasanya ingin memilih nama lain, namun waktu itu saya tak punya kesempatan untuk memilih. Saya juga tidak bisa memilih warna kulit waktu itu, saya terlahir dengan kulit berwarna gelap.
  2. Waktu SMA ketika penjurusan saya pernah berkonsultasi dengan guru BP dan mengatakan bahwa saya ingin memilih IPS, namun sekolah menetapkan saya untuk berada di kelas IPA, padahal saya sangat tertarik dengan Sosiologi dan Bahasa Inggris.
  3. Setelah lulus SMA saya memilih dan memutuskan untuk menjadi seorang pengajar, namun lagi-lagi saya tidak bisa menggapai pilihan itu. saya harus rela berada di Perikanan saat ini.

Masih benarkah kalau hidup itu pilihan? semua kembali lagi ke diri sendiri.



Read more